Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.
Air mata punya kebijaksanannya sendiri. Ia hadir ketika beban terlalu berat untuk diungkapkan dengan kata-kata. Ia tmenjadi ruang bagi luka untuk bernapas. Dan air mata adalah bahasa tubuh yang paling jujur. Sejak tragedi keji merenggut rahimnya, Tara kehilangan bukan hanya mimpinya, tapi juga air matanya. Dia mencoba segala cara untuk bertahan, tapi tak ada harapan yang tersisa setelah impiann…